Selasa, 21 Juni 2011

asep saepudin
09541100
2B BIOLOGI

BAB II
Manusia sebagai Makhluk Individu dan Sosial


Manusia adalah mahluk yang memiliki otonomi untuk melaksanakan hak dan kewajibannya, tetapi akan baik apabila berada di tengah-tengah masyarakat. Sebagai manusia memiliki hak dalam berinteraksi dengan penciptanya, dengan alam sekitar, dan dengan manusia lainnya. Sehingga secara alamiah manusia tidaak dapat hidup sendiri, ia merupakan mahkluk sosial sehingga di kenal dengan astilah “ Homosocius” atau makhluk yang selalu ingin berkawan melalui interaksinya.
Dalam ilmu sosial individu merupakan bagian terkecil dari kelompok masyarakat yang tidak dapat dipisah lagi menjadi bagian yang lebih kecil. Umpama keluarga sebagai kelompok sosial terkecil terdiri dari ayah, ibu, dan anak. Ayah merupakan individu yang sudah tidak dapat dibagi lagi, demikian pula ibu. Sedangkan anak masih dapat dibagi sesab dalam suatu keluarga anak dapat lebih dari satu.
Individu berasal dari kata in dan devided. Dalam Bahasa Inggris in salah satunya mengandung pengertian tidak, sedangkan devided artinya terbagi. Jadi individu artinya tidak terbagi, atau satu kesatuan. Dalam bahasa latin individu berasal dari kata individum yang berarti yang tak terbagim, jadi merupakan suatu sebutan yang dapat dipakai untuk menyatakan suatu kesatuan yang paling kecil dan tak terbatas.
Setiap manusia di ciptakan Tuhan dengan ciri khas sendiri, tidak ada manusia yang sama percis, manusia akan berkembang menjadi kepribadiannya masing-masing sesuai dengan yamg mereka inginkan, memiliki karakteristik sendiri, sifat sendiri, watak sendiri serta cita-cita sendiri. Sebagai contoh Ani anak yang periang, dia disukai orang karena sifatnya yang ramah dan suka menolong, lain hal dengan susi dia anak yang nakal tak jarang dimarahi oleh tatangga karena kelakuannya yang suka menjahili orang. Itu menunjukan bahwa manusia sebagai mahkluk individu tidak hanya bermakna kesatuan jiwa dan raga, tetapi akan menjadi pribadi yang khas dengan corak kepribadiannya termasuk kemampuan kecakapannya.
Personality adalah susunan perbedaan tingkah laku atau tindakan dari tiap-tiap individu atau Ciri-ciri watak seorang individu yang konsisten, yang memberikan kepadanya suatu identitas sebagai individu yang khas.
Keberadaannya sebagai makhluk sosial, menjadikan manusia melakukan interaksi dengan manusia lain atau kelompok. Manusia dikatakan sebagai individu sosial karena pada diri manusia ada dorongan dan kebutuhan untuk berhubungan (interaksi) dengan orang lain, manusia juga tidak akan bisa hidup sebagai manusia kalau tidak hidup di tengah-tengah manusia. Tanpa bantuan manusia lainnya, manusia tidak mungkin bisa berjalan dengan tegak. Dengan bantuan orannga lain, manusia bisa menggunakan tangan, basi berkomunikasi, atau bicara, dan bisa mengembangkan seluruh potensi kemanusiaannya.
Manusia dapat melaksanakan peranannya sebagai mahkluk sosial jika sudah paham konsep 5M,
( Mengetahui, Mengerti, Memehami, Menghayati, Mengamalkan (actualisasi diri).

Manusia sebagai Mahkluk politik
Ciri manusia sebagai mahkluk politik, dapat kita lihat bahwa dalam kehidupan manusia selalu ditandai dengan adanya penentuan atas pilihan-pilihan dalam menjalani hidupnya. Dalam kehidupan tak jarang manusia memiliki suatu keinginan ( cita-cita ) yang sama. Untuk mewujudkan keinginan tersebut maka manusia memainkan perannya.
Manusia adalah mahkluk budaya
artinya mahkluk yang berkemampuan menciptakan kebaikan, kebenaran, keadilan dan bertanggung jawab. Sebagai makhluk yang berbudaya, manusia mendayagunakan akal budinya untuk menciptakan kebahagiaan baik bagi dirinya maupun bagi masyarakat demi kesempurnaan hidupnya.
Manusia sebagai Mahkluk Ekonomi
Manusia sebagai mahkluk sosial dan mahkluk ekonomi pada dasarnya selalu menghadapi masalah ekonomi. Inti dari masalah ekonomi yang di hadapi manusia adalah kenyataan bahwa kabutuhan kebutuhan manusia jumlahnya tidak terbatas, sedangkan alat pemuas kebutuhan manusia jumlahnya terbatas.
Manusia sebagai mahkluk psikologi
Manusia adalah mahkluk psikologi yang memiliki bawaan universal, unik, dan terus di kaji oleh para ahli humanior. Kita mengaku sebagai manusia tapi terkadang kita sering lupa bahwa kita adalah manusia. Manusia adalah insan bila dilihat dari sudut pandang psikologinya.
Bila kita menyatukan tiga asal kata tadi menjadi sebuaah definisi maka manusia bila ditinjau dari sisi psikologinya adalah mahkluk yang memiliki harmoni jiwa, cinta, benci, jinak, terkadang stress dan kadang sering lupa, Seperti yang telah di paparkan tadi, bahwa manusia sebagai mahkluk sosial menjadikan manusia melakukan interaksi dengan manusia lain atau kelompok. Saya pikir akibat ketidakserasian interaksi dengan-proses menyebabkan suatu masalah yang sangat besar, kenapa disebut masalah besar? Karena bersangkutan dengan hubungan antara manusia dan di dalam kerangka bagian-bagian kebudayaan yang normatif.




Penyebab masalah sosial di klasifikasikan menjadi 4 katagori:
1. Faktor Ekonomis: Kemiskinan, pengangguran
2. Faktor Biologis: Penyakit.
3. Faktor Psikologis: syaraf, bunuh diri.
4. Faktor kebudayaan: Perceraian, kejahatan.

Masalah yang timbul akibat terjadinya kepincangan-kepincangan di Indonesia, terjadi akibat tidak sesuainya antara norma-norma dan tindakan serta nilai yang ada dalam masyarakat. Sebab masyarakat tidak menyukai tindakan-tindakan yang menyimpang. Sedangkan menyangkut hal-hal yang bertentangan/berlawanan dengan nilai-nilai masyarakat akan tetapi di akui demikian halnya, di sebut latent sosial problem.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar